Sejumlah tokoh politik, masyarakat, hingga figur publik terus berdatangan menemui Presiden Terpilih Prabowo Subianto di kediamannya di Kertanegara IV, Jakarta Selatan, pada hari terakhir seleksi calon menteri, wakil menteri dan kepala badan, Selasa 15 Oktober 2024.
Teranyar, Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah dan Plt. Ketua Umum PPP Mardiono turut menemui Prabowo.
Mereka datang berbarengan dengan publik figur Raffi Ahmad, dan Ketua Umum Garuda Ahmad Ridha Sabana mereka hadir sekitar pukul 16.08 WIB. Mereka kompak mengenakan batik.
Sebelum mereka, tampak pula sejumlah politikus yang telah hadir terlebih dahulu untuk menemui Prabowo.
Beberapa diantaranya, politikus Golkar Lodewijk F Paulus dan Dyah Roro Esti. Politikus PKB Faisol Riza, hingga Eks KSAD Dudung Abdurachman.
Sebelumnya, Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pemanggilan ini diperuntukkan kepada calon menteri, wakil menteri dan kepala badan.
Dasco mengatakan pemanggilan ini juga sebagai bentuk finalisasi sebelum Prabowo menentukan jajaran kabinet yang akan membantunya.
“Dari calon-calon wamen dan calon-calon kepala badan yang kemudian dinominasikan untuk nanti kemudian diambil pertimbangan oleh Pak Prabowo,” kata Dasco.
Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) telah menemui presiden terpilih Prabowo Subianto. Gus Miftah mengaku tidak diminta menjadi wakil menteri (wamen).
“Yang jelas bukan wakil menteri,” kata Gus Miftah di depan kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa 15 Oktober 2024.
Gus Miftah mengatakan diminta Prabowo berfokus di bidang moderasi dan toleransi. Kendati demikian, kata Gus Miftah, hal itu juga bukan merupakan sebuah badan.
“Bapak perintahkan untuk lebih banyak fokus di bidang moderasi, toleransi, dan semacamnya,” katanya.
Gus Miftah masuk ke kediaman Prabowo bersama artis Raffi Ahmad hingga Plt Ketum PPP Mardiono. Namun, kata Gus Miftah, masing-masing diberi tugas yang berbeda
“Jadi walaupun kita berangkat masuk ke beliau sama-sama, tapi dengan tugas bidang masing-masing,” kata Gus Miftah.
Gus Miftah tidak berbicara gamblang mengenai posisi yang diperintahkan Prabowo untuknya. Dia hanya menyebut bukan ditunjuk sebagai wakil menteri ataupun kepala badan.
“Dan juga bukan dalam bentuk badan ya, Pak, tapi yang jelas ada amanah Presiden yang kemudian saya diperintahkan untuk lebih fokus pada masalah toleransi dan moderasi,” ungkapnya