Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan perkembangan positif terkait dukungan Komisi X DPR terhadap upaya peningkatan kesejahteraan guru serta perluasan program bantuan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (27/8/2025) malam.Abdul Mu’ti menjelaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah melakukan koordinasi intensif dengan Komisi X DPR.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi X memberikan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan, khususnya menyangkut kesejahteraan guru.”Sebelumnya, kami telah mengajukan usulan peningkatan tunjangan bagi guru honorer yang selama ini menerima Rp300.000 per bulan, menjadi Rp500.000 per guru per bulan,” ujar Abdul Mu’ti.
Selain itu, Kemendikdasmen juga mengusulkan perluasan Program Indonesia Pintar (PIP) agar tidak hanya mencakup jenjang SD hingga SLTA, tetapi juga diperluas hingga tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dengan nilai bantuan sebesar Rp450.000 per siswa per tahun.”Terkait jumlah penerima, kami akan menyesuaikan dengan alokasi anggaran yang akan dibahas bersama Komisi X dan DPR,” tambahnya.
Abdul Mu’ti berharap, implementasi usulan tersebut dapat dimulai pada tahun 2026 melalui proses RAPBN, setelah mendapat persetujuan dari DPR.Untuk tahun ini, guru honorer telah menerima tunjangan sebesar Rp300.000 per bulan, yang dicairkan sekaligus untuk tujuh bulan sehingga totalnya mencapai Rp2,1 juta.
“Tahun depan, mudah-mudahan usulan kenaikan dari Rp300.000 menjadi Rp500.000 dapat disetujui. Kami juga akan memperbarui data penerima, mengingat sebagian guru honorer akan bertransformasi menjadi ASN maupun PPPK,” pungkas Abdul Mu’ti.dilansir dari situs resmi bitvoneline co.id.