Pemilik Sanel Tour and Travel di Pekanbaru, Riau, Santi, meminta maaf karena tidak dapat menyambut kedatangan Wakil Menteri Tenaga Kerja (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel) saat kunjungan mendadak (sidak) ke perusahaannya. Dalam wawancara dengan Kompas.com, Santi menjelaskan bahwa ia tidak menyadari bahwa tamu tersebut adalah wakil menteri. “Jujur kami tidak tahu bapak yang datang itu adalah wakil menteri,” ungkap Santi, Rabu (30/4/2025). Ia mengaku terkejut ketika rombongan Wamenaker tiba tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Santi juga menambahkan bahwa tidak ada laporan mengenai dugaan penahanan ijazah mantan karyawan yang menjadi perhatian.
“Saya kaget ada apa orang ramai-ramai datang ke kantor. Karyawan yang sedang bekerja juga kaget, karena tidak pernah menghadapi keadaan seperti itu. Tidak tahu kami yang datang itu pejabat dari pusat. Jadi saya rasa keadaan saat itu kurang kondusif, makanya saya tidak menyambut bapak wakil menteri,” jelasnya. Meskipun merasa tidak nyaman dengan situasi tersebut, Santi menegaskan bahwa ia tidak bermaksud untuk mengabaikan kedatangan Wamenaker. Ia mengaku tak menyangka yang datang adalah Wamenaker. Apalagi, kata dia, perusahaan miliknya merupakan perusahaan kecil.
“Setelah saya tanya-tanya sana sini, rupanya memang benar bapak wakil menteri. Jadi, kami segenap keluarga perusahaan Sanel dengan kerendahan hati, meminta maaf kepada bapak wakil menteri. Tidak ada maksud sengaja tidak mau bertemu beliau, hanya karena tidak mengetahui,” tuturnya. Tak mengganggu Ia juga mengklarifikasi bahwa kedatangan Wamenaker tidak membuat perusahaannya merasa terganggu atau terintimidasi. “Tidak ada merasa terganggu dan tidak merasa terintimidasi. Kami hanya merasa kaget aja tiba-tiba datang orang ramai-ramai,” kata Santi. Santi menegaskan bahwa jika Wamenaker berkunjung kembali, ia akan menyambutnya dengan senang hati.
Wamenaker Noel sebelumnya mengunjungi Sanel Tour and Travel untuk mempertanyakan penahanan ijazah. Namun kedatangannya tak disambut pimpinan perusahaan. Noel sempat memarahi pegawai di sana, namun itu tak juga membuat pimpinan perusahaan menghadapnya. Sebelumnya, pengacara Santi, Tommy Freddy Simanungkalit mengatakan, perusahaan merasa terganggu dengan kedatangan rombongan Wamenaker. Tommy menyebut, sejumlah karyawan juga merasa terintimidasi karena ada teriakan-teriakan dari rombongan Wamenaker tersebut. Belakangan Santi menyebut bahwa Tommy bukan pengacaranya.
Kasus ini mencuat setelah 12 mantan karyawan Sanel mengaku ijazah mereka ditahan oleh perusahaan. Eks karyawan tersebut menyatakan bahwa ijazah mereka sudah ditahan selama bertahun-tahun. Situasi ini semakin diperkuat oleh laporan Anggota DPRD Pekanbaru, Zulkardi, yang mengungkapkan bahwa ia telah menerima laporan mengenai dugaan penahanan ijazah dari perusahaan yang sama, dengan jumlah laporan mencapai 44 orang hingga saat ini.