Cucu Wakil Presiden RI Pertama Mohammad Hatta alias Bung Hatta, Gustika Fardani Jusuf menjadi sorotan usai berani mengkritik keras pemerintahan Prabowo-Gibran.
Tidak tanggung-tanggung, kritik keras Gustika Jusuf itu dilontarkan saat perayaan Hari Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta pada Minggu (17/8/2025).
Diketahui Prabowo Subianto mengundang seluruh anak cucu Presiden RI dan Wakil Presiden RI di acara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka.
Namun momen itu ternyata dipakai Gustika Jusuf untuk mengkritik pemerintah.
Memakai kebaya hitam dan batik slobog, Gustika Jusuf ingin menyatakan perasaan dukanya terhadap kondisi Indonesia saat ini.
Motif batik Slobog pada adat Jawa biasa dikenakan pada suasana duka.
Sebab “slobog” berarti longgar atau terbuka, melambangkan pelepasan dan pengantaran.
Ia biasa dipakai keluarga dalam prosesi pemakaman sebagai simbol merelakan sekaligus mendoakan jalan yang lapang.
Lalu siapakah sosok Gustika Jusuf?
Tidak membawa embel-embel nama Bung Hatta di belakangnya, Gustika Jusuf ternyata memang hidup sederhana.
Padahal wanita berusia 31 tahun itu merupakan cucu dari Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta.
Ibu Gustika adalah Halida Nuriah Hatta, anak bungsu dari tiga putri Hatta dan istrinya Rahmi Hatta.
Wanita kelahiran 19 Januari 1994 itu pun menjawab nyinyiran netizen yang mempertanyakan kontribusinya terhadap bangsa Indonesia.
Gustika pun menjelaskan kehidupannya yang sederhana namun tidak pernah mengeruk dan merugikan negara.
Gustika mengaku sebagai seorang karyawati yang mendapatkan pekerjaan dari hasil melamar kerja dengan kemampuannya sendiri.
Meski menyandang status cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf juga mengaku masih kerja kantoran dan menyewa kamar kos serta naik ojek online (Ojol) ke kantor.
“Kerja kantoran, jadi karyawati. Cari lowongan, bikin CV, bikin cover letter, ngelamar, interview. Ngekos, ngojol ke kantor, pulang, nonton Netflix. Dapet gaji, bayar pajak sebagai warga negara Indonesia. Jajan-jajan, kasih makan kucing (tapi bersihin tai nya males), main boardgame, checkout Shopee, beli es kopi, kena PPN 10 persen,” tulis Gustika di stories instagramnya pada Selasa (19/8/2025).
Namun kata Gustika, meski hidup sederhana, dia tidak pernah mengemis ke orang tua untuk dicarikan pekerjaan.
Hal itu kata Gustika sesuai dengan cita-cita pahlawan Republik Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan bukan demi sebuah dinasti keluarga.
Apalagi kata Gustika, di era merdeka seperti saat ini semua orang memiliki kebebasan untuk menentukan hidup apakah harus terjun ke politik atau tidak.
“Enggak ada pressure untuk masuk politik atau apa, kalau kata mau gak dari dulu yang penting pilihan hidup gak merugikan masyarakat,”
Cara hidup seperti itu yang dipilih Gustika tidak lepas dari didikan orang tuanya terutama neneknya sekaligus istri Bung Hatta yang tidak mau anak-anaknya merugikan negara kelak.
“Kalau kata nenek gua yang dari nyokap yang penting happy. Jadi gitu-gitu aja. Ga punya tambang dan hutan adat (my own “contribution” to society ), ga punya duit juga buat beli tanah kosong buat jadiin lapangan padel,” sindir Gustika.
Meski mengaku memiliki hidup biasa-biasa saja, ternyata Gustika Jusuf memiliki pendidikan mentereng.
Gustika ternyata mengenyam pendidikan di sejumlah universitas ternama dunia seperti Oxford University.
Gustika menempuh jalur akademis berfokus pada studi internasional dan keamanan.
Ia mengenyam pendidikan di Institut d’Etudes Politiques de Lyon di Prancis selama satu tahun, sebelum melanjutkan ke King’s College London pada 2015 dan meraih gelar Bachelor of Arts (Hons) di bidang War Studies.
Ia juga menempuh kursus singkat di Universitas Oxford dan Sotheby’s Institute of Art.
Saat ini, Gustika menempuh pendidikan Master of Advanced Studies di Geneva Academy of International Humanitarian Law and Human Rights, dengan fokus pada hukum internasional dalam konflik bersenjata. dilansir dari situs resmi tribun co.id.