Dalam kajian Mutiara Pagi Pro1 RRI Madiun, edisi Rabu 9 Oktober 2024, Ustazah Siti Komariyatiningsih, M.Pd.I mengejutkan pendengar. Betapa tidak, topik yang dihadirkannya bertema Wanita Penghuni Neraka. Sontak saja, kajian ini membuat penasaran penikmat Mutiara Pagi. Lantas, apa maksud topik yang disampaikan pemateri yang lebih akrab disapa bunda Siti ini?
Setiap manusia tentu akan melalui perhitungan amal untuk menghuni surga atau neraka. Dalam hadits sering disinggung bahwa wanitalah yang akan banyak menghuni neraka. Benarkah?
Dalam hadits Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda “Aku melihat ke dalam surga, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir). Dan aku melihat ke dalam neraka, maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita.” Rasulullah SAW juga bersabda dalam HR. Bukhari dan Muslim:
“Aku berdiri di pintu neraka, ternyata kebanyakan orang yang masuk ke dalamnya adalah perempuan.
Sementara itu, Bunda Siti mengatakan sebagai seorang wanita hendaknya lebih introspeksi dan bermuhasabah diri.Dilansir dari rri.co.id.
“Kira-kira aku nanti ketika di yaumul qiyamah termasuk ahli surga atau ahli neraka. Karena saat ini dalam suasana tertentu kita dihadapkan pada situasi mengikuti zaman. Sehingga terkadang lupa kodrat kita sebagai seorang wanita seharusnya berlaku apa yang sesuai dengan syariat Islam,” katanya.
Kemudian, bunda siti juga menggambarkan bagaimana neraka itu. Siti menyampaikan ilustrasi betapa hitamnya neraka yang berisi ular dan kalajengking di dalamnya.” Disana digambarkan bagaimana wanita digantung rambutnya karena semasa hidupnya suka mengumbar aurat. Lalu, dilihatkan bagaimana wanita dihukum sesuai dengan apa yang mereka perbuat di dunia, termasuk orang-orang yang gemabr berhubungan dengan yang bukan mahromnya,”ceritanya.
Dari banyaknya kisah-kisah yang bisa diaplikasikan dalam hidup sehari-hari, Siti mengungkapkan laki-laki bertugas mengayomi wanita. Oleh karena itu, tugas seorang wanita “di bawah kendali” suaminya. Artinya seorang wanita wajib patuh dan taat pada suaminya. Saat ini wanita banyak terlibat dalam organisasi-organisasi masyarakat.
Namun, hal ini tidak serta merta membuat wanita meninggalkan kodratnya untuk mengurus rumah tangganya, seperti halnya: mengurus rumah, melayani suami, dan merawat anak-anaknya.
Ilmu agama menjadi landasan penting khususnya untuk wanita yang ingin menjadi ahli surga. Keimanan dan ketakwaan perlu dijaga agar selalu berjalan di jalan yang benar. Siti menyatakan, karir bukanlah alasan bagi wanita untuk tetap berlaku syar’i.
” Saya juga wanita karir, namun seyogyanya tetap memahami kaidah agama dan bersikap sesuai syariat Islam. Mana yang boleh dilakukan dan tidak,” ungkapnya.
Pembatasan pada seorang wanita bukan untuk mendiskriminasi ruang geraknya, namun untuk menyelaraskan pemahaman bahwa kodrat wanita memang untuk patuh pada imamnya, dalam hal ini suami. Siti kembali memberikan pengertian istri bertanggung jawab dirumah.
“Wanita tanggungjawabnya dirumah, benang merahnya perempuan tetap istri, ibu, hal itu harus dilakukan,” tambahnya. Kesimpulannya, untuk menghindarkan diri dari siksa neraka, hendaknya seorang wanita tetap bersikap sesuai dengan syariat Islam.