Breaking News

Breaking News

Beranda » Erick Thohir Ingin Tiru Vietnam Perihal Efek Negatif Naturalisasi
0 comment

Erick Thohir Ingin Tiru Vietnam Perihal Efek Negatif Naturalisasi

Ketum PSSI Erick Thohir disebut ingin meniru pengembangan sepak bola muda Vietnam, tak lagi mengandalkan naturalisasi pemain.

Klaim tersebut dilontarkan salah satu media Vietnam, Dantri.com.vn, lewat sebuah artikel yang dirilis pada Kamis (7/8/2025).

Berawal dari sorotan media Vietnam tersebut atas keputusan Singapura yang memilih mundur dari SEA Games 2025 cabor sepak bola putra.

Menurut Dantri.com.vn, besar kemungkinan penyebab Singapura mundur dari pesta olahraga Asia Tenggara karena regenerasi pemain.

“Singapura yang pernah menduduki posisi nomor satu sepak bola Asia Tenggara, tidak akan memiliki perwakilan di SEA Games 2025.”

“Baru-baru ini, Singapura juga tidak memiliki perwakilan di Piala AFF U-23 2025, dua turnamen sepak bola regional berturut-turut.”

“Singapura tidak memiliki perwakilan dalam turnamen yang melibatkan timnas U-22 dan U-23.”

“Hal ini mencerminkan krisis sepak bola yang sedang terjadi di Singapura, khususnya pembinaan pemain muda,” tulis Dantri.com.vn.

Lebih lanjut, media Vietnam ini menyinggung masa keemasan Singapura dalam sepak bola tetapi lewat naturalisasi pemain.

Kini ketika pemain naturalisasi tersebut sudah tidak ada, Singapura merasakan dampak buruknya, jauh dari puncak kejayaan.

Berkaca dari kasus Singapura, media Vietnam ini kemudian juga menyinggung Ketum PSSI Erick Thohir.

Khususnya pasca gelaran ASEAN Cup U-23 2025, di mana Indonesia kalah dari Vietnam di partai final.

Dari hasil itulah, Dantri.com.vn mengklaim Erick Thohir ingin mengubah fokus dari naturalisasi ke pengembangan pemain muda model Vietnam.

“Bapak Erick Thohir mengatakan bahwa model Vietnam yang berfokus pada pengembangan sepak bola muda patut diteladani.”

“Sepak bola Indonesia sendiri akan mempelajari model ini, mulai sekarang, tim-tim muda Indonesia tidak akan lagi berfokus pada naturalsiasi.”

“Akan tetapi berfokus pada penciptaan peluang bagi pemain-pemain binaan dalam negeri untuk bermain dan berkompetisi di tingkat internasional.”

Tak berhenti sampai di situ, media Vietnam tersebut juga mengklaim Indonesia saat ini telah menyadari salah satu efek buruk naturalisasi.

Khususnya terhadap pengembangan pemain muda yang berkelanjutan sebagai masa depan sepak bola Indonesia.

“Indonesia adalah salah satu dari dua negara Asia Tenggara yang paling agresif menaturalisasi pemain dalam beberapa tahun terakhir.”

“Kini, mereka sendiri menyadari bahwa naturalisasi pemain secara besar-besaran tidak baik untuk masa depan jangka panjang.”

“Dan hal ini cukup untuk melihat jalur terbaik bagi pembangunan berkelanjutan,” tulis Dantri.com.vn lagi.

Cukup menarik mendengar opini media Vietnam ini, di saat Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) justru ingin meniru program naturalisasi.

Meski begitu, naturalisasi Vietnam cenderung kepada pemain asing yang sudah lama berkarier di Negeri Naga Biru. dilansir dari situs resmi superball co.id.

Leave a Comment

javanica post

Javanica Post adalah portal berita online yang dikelola oleh PT. Javanica Media Digital, salah satu anak perusahaan dari Javanica Group.

Edtior's Picks

Latest Articles

©2024 javanica post. All Right Reserved. Designed and Developed by Rizarch