Clinomania adalah istilah yang mungkin masih terdengar asing bagi banyak orang. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu “clin” yang berarti tempat tidur dan “mania” yang berarti kecanduan atau obsesi.
Dengan demikian, clinomania merujuk pada kondisi di mana seseorang memiliki obsesi berlebihan untuk tidur atau menghabiskan waktu di tempat tidur, tanpa adanya alasan medis tertentu.
Perbedaan Clinomania dengan kondisi lain
Melansir Alodokter, seringkali, clinomania disamakan dengan rasa malas, hipersomnia, atau dysania. Namun, sebenarnya ada perbedaan mendasar di antara istilah-istilah tersebut:
Rasa Malas
Rasa malas terjadi ketika seseorang tidak ingin melakukan tanggung jawabnya, meskipun secara fisik ia mampu untuk bangun dan beraktivitas.
Hipersomnia
Hipersomnia adalah kondisi medis di mana seseorang mengalami kantuk berlebihan dan kesulitan untuk tetap terjaga di siang hari, meskipun sudah tidur cukup pada malam sebelumnya. Hipersomnia sering dikaitkan dengan gangguan hormonal atau penyakit tertentu, seperti epilepsi, hipotiroidisme, atau Parkinson.
Dysania
Dysania lebih merujuk pada kesulitan seseorang untuk meninggalkan tempat tidur karena merasa sangat berat atau lelah, berbeda dengan clinomania yang berkaitan dengan obsesi terhadap tidur itu sendiri.
Jika seseorang merasa cemas saat harus meninggalkan tempat tidur dan memiliki keinginan kuat untuk tetap berada di dalamnya sepanjang hari, hal ini bisa menjadi tanda clinomania.
Penyebab dan faktor yang memengaruhi Clinomania
Meskipun penyebab pasti clinomania belum diketahui, beberapa kondisi berikut sering dikaitkan dengan kemunculannya. Berikut di antaranya:
Depresi dan hilangnya motivasi
Orang dengan depresi seringkali kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasanya mereka nikmati. Mereka cenderung tidur lebih lama dan menyendiri, sehingga terlihat seperti memiliki obsesi terhadap tempat tidur.
Gangguan kecemasan
Penderita gangguan kecemasan mungkin merasa takut dan gelisah saat harus keluar dari zona nyaman mereka. Akibatnya, mereka lebih memilih untuk tetap berada di tempat tidur.
Gangguan tidur
Orang yang mengalami insomnia atau gangguan tidur lainnya dapat mengalami clinomania sebagai akibat dari upaya untuk menggantikan waktu tidur yang hilang.
Sindrom kelelahan kronis
Kondisi ini menyebabkan seseorang merasa lelah terus-menerus meskipun sudah cukup beristirahat, sehingga mereka lebih memilih untuk tetap di tempat tidur.
Selain itu, beberapa kondisi kesehatan seperti fibromyalgia, sindrom kaki gelisah, sleep apnea, anemia, gangguan tiroid, diabetes, dan penyakit jantung juga sering dikaitkan dengan kecenderungan menghabiskan waktu lebih lama di tempat tidur.
Cara mengatasi Clinomania
Jika dibiarkan, clinomania dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berdampak negatif pada kesehatan fisik serta mental. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya:
Sadari kondisi diri
Jika teman atau keluarga sering mengomentari kebiasaanmu yang terlalu banyak menghabiskan waktu di tempat tidur, coba evaluasi kembali kebiasaan tersebut.
Terapkan sleep hygiene
Disiplin dalam pola tidur dapat membantu mengurangi keinginan untuk terus-menerus berada di tempat tidur. Cobalah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
Lakukan aktivitas yang menyenangkan
Beberapa aktivitas yang dapat membantu mengalihkan perhatian dari obsesi terhadap tidur antara lain:
– Merawat hewan peliharaan.
– Mendengarkan musik atau belajar memainkan alat musik.
– Meluangkan waktu di luar rumah.
– Membuat agenda harian.
– Berolahraga secara rutin.
Cari dukungan sosial
Berbagi cerita dengan orang yang dipercaya dapat membantu mengurangi rasa cemas dan keinginan berlebihan untuk terus berada di tempat tidur.
Jika setelah mencoba berbagai cara di atas gejala clinomania masih mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau tenaga profesional. Dengan demikian, penyebab yang mendasari kondisi ini dapat ditemukan dan ditangani dengan tepat dilansir dari situs resmi medcom co.id