Harga batu bara menguat pada Senin (9/12/2024). Hal berkat didorong mengisyaratkan kebijakan pelonggaran moneter untuk pertama kalinya sejak 2010.
Harga batu bara Newcastle untuk Desember 2024 naik US$ 0,5 menjadi US$ 133,75 per ton. Sedangkan Januari 2025 menguat US$ 0,85 menjadi US$ 133,25 per ton. Sementara itu, Februari 2025 terkerek US$ 0,5 menjadi US$ 134 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Desember 2024 terpangkas US$ 0,25 menjadi US$ 113,75. Sedangkan, Januari 2025 anjlok US$ 1,15 menjadi US$ 110,65. Sedangkan pada Februari 2025 jatuh US$ 0,6 menjadi US$ 111,25.
Dikutip dari Reuters, China mengisyaratkan kebijakan pelonggaran moneter untuk pertama kalinya sejak 2010. Menurut laporan media resmi Xinhua, China berencana meningkatkan penyesuaian siklus kontra dengan cara ‘tidak konvensional’, fokus pada memperluas permintaan domestik dan meningkatkan konsumsi.
Ekonomi China melambat akibat krisis di sektor properti yang melemahkan kepercayaan dan konsumsi. Pelonggaran kebijakan moneter, seperti menambah pasokan uang, memangkas suku bunga, atau memberikan stimulus fiskal, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan.
“Kami memproyeksikan lonjakan harga komoditas jika China benar-benar menjalankan kebijakan moneter yang lebih longgar dan mengambil langkah besar untuk merangsang ekonominya,” kata Analis Senior di Price Futures Group Phil Flynn.
Namun, pengguatan harga batu bara tertahan oleh sentimen dari anjloknya gas. Harga kontrak berjangka gas alam TTF Dutch untuk Januari 2025, yang menjadi acuan perdagangan gas di Eropa, ambles 3,33% menjadi 44,93 euro per megawatt-jam
Dilansir dari situs resmi investor.co.id