Breaking News

Breaking News

Beranda » Bupati Gunungkidul Tak Bagikan Bansos Jika Penerima Gunakan Rokok atau Skincare
0 comment

Bupati Gunungkidul Tak Bagikan Bansos Jika Penerima Gunakan Rokok atau Skincare

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan pentingnya pengetatan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) agar benar-benar tepat sasaran dan digunakan sebagaimana mestinya. Hal tersebut disampaikannya saat peluncuran bantuan beras bagi warga kurang mampu di Balai Kelurahan Kepek, Kapanewon Saptosari, Selasa (22/7).

Endah mengingatkan bahwa tujuan utama bansos adalah untuk mencukupi kebutuhan pokok warga yang membutuhkan, yakni sandang, pangan, dan papan. Oleh karena itu, ia mengimbau penerima untuk mengelola keuangan bantuan dengan bijak.

“Kami sampaikan kepada warga masyarakat khususnya penerima bansos dari pemerintah bahwa kebutuhan pokok manusia adalah sandang, pangan, papan,” ujar Endah di hadapan peserta acara.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah penerima bansos yang justru menggunakan dana bantuan untuk membeli rokok dan produk non-esensial seperti perawatan wajah. Endah menilai, perilaku semacam itu mencerminkan ketidaktepatan dalam pendistribusian bantuan dan perlu ditinjau ulang oleh perangkat kelurahan.

“Kepada perangkat daerah kami, bagi penerima bansos yang masih menggunakan uangnya di luar kebutuhan pokok, misalnya maaf masih merokok, membeli skincare dan sebagainya, ya kami mohon Pak Lurah mempertimbangkan kembali,” tegasnya.

Baca Lainnya :  Potongan Tubuh Capai Angka 310 Potongan TelahDitemukan di Lemari Tersangka

Endah juga menyoroti pentingnya musyawarah di tingkat dusun dan kelurahan dalam menilai kelayakan seseorang menerima bantuan. Menurutnya, apabila diketahui bahwa penerima sebenarnya mampu secara ekonomi namun tetap menerima bansos, maka perlu dilakukan evaluasi dan pengalihan kepada yang lebih membutuhkan.

“Rapat dalam musyawarah dusun atau musyawarah kelurahan bahwa yang bersangkutan ternyata mampu, jadi ukurannya seperti itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Endah menekankan bahwa upaya keluar dari garis kemiskinan tidak bisa semata-mata bergantung pada bantuan pemerintah. Ia menekankan pentingnya keinginan dari individu untuk berubah, hidup hemat, dan berusaha meningkatkan taraf hidupnya.

“Edukasi untuk kita mau prihatin keluar dari kemiskinan ini memang harus dilakukan dari si warga itu sendiri, bukan tugas dari pemerintah,” ujar Endah.

“Karena mengubah nasibnya sendiri dengan hidup hemat saja tidak mau, prihatin saja tidak mau, menabung untuk membawa perubahan derajatnya saja tidak mau, kenapa kita harus memikirkannya, yang lebih membutuhkan masih banyak,” pungkasnya.

Pernyataan tegas Bupati ini diharapkan dapat mendorong evaluasi lebih menyeluruh terhadap distribusi bantuan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan bansos secara bertanggung jawab.dilansir dari situs resmi gnews co.id.

Leave a Comment

javanica post

Javanica Post adalah portal berita online yang dikelola oleh PT. Javanica Media Digital, salah satu anak perusahaan dari Javanica Group.

Edtior's Picks

Latest Articles

©2024 javanica post. All Right Reserved. Designed and Developed by PEH Digital Agency